Datang Sebagai Saksi, Ahok Malah Bertingkah Seperti Tersangka

post-feature-image

Media Pribumi - Sebelum menghadiri sidang gugatan peninjauan terhadap UU Pilkada, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, sebelumnya menghadiri sidang Kasus suap Reklamasi dengan terdakwa Anggota DPRD DKI Jakarta, Muhamad Sanusi, Senin (5/9/2016) di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat.

Ini untuk yang kedua kalinya Ahok hadir sebagai saksi Kasus Suap Reklamasi yang menyeret Sanusi dan juga Ariesman Widjaja, mantan Presdir PT. Agung Podomoro Land, yang sudah dijatuhi hukuman 3 tahun penjara dan subsider Rp. 200 juta penjara 3 bulan, pada Kamis (1/9/2016) lalu.

Dalam keterangannya sebagai saksi, Ahok terlihat sangat emosi, bahkan menurut Zeng Wei Jian yang mengikuti sidang, selain emosi, Ahok juga sangat defensif bahkan sedikit ngotot.

Kengototan Ahok karena merasa jika dirinya saat ini sedang dikhianati oleh Sekretaris Daerahnya, Saefulloh, yang mengikuti konvensi penjaringan bakal calon Gubernur DKI dari kelompok Gubernur Muslim Jakarta (GMJ).

Bahkan Ahok protes kenapa hanya Saefulloh yang dipanggil untuk menjadi saksi, sementara masih ada tim lainnya lagi, ujar Ahok yang “mengajari” para pengacara dan penuntut umum.

“Ahok seperti tersangka yang sedang membela diri, sementara kedatangannya hanya sebagai saksi, bukan tersangka,” ujar Zen, yang biasa disapa Ken Ken, yang mengikuti jalannya sidang.

Dalam sidang yang digelar, Ahok menuding jika Sekda Saefullah, sengaja ingin menjerumuskan dirinya sebagai tersangka terkait dengan retribusi tambahan sebesar 15 persen yang diinginkannya.

Karena dalam keterangannya pihak DPRD meminta agar tambahan retribusi 15 persen dibuat dalam Pergub, karena tidak memiliki payung hukum, dan Ahok menyetujui dan menginginkan agar draft pergub dibuat DPRD dan mengetuk palu rencana tata ruang.

Namun draft yang disodorkan oleh Sekda terkait dengan Rencana Tata Ruang, ditolak oleh Ahok karena tidak memuat soal retribusi yang 15 persen, hal inilah yang dianggap Ahok jika Saefulloh ingin menusuknya dengan cara bekerjasama dengan DPRD soal kontribusi 15 persen.

“Saya curiga kepada Sekda, kalau pas saya tidak jadi gubernur atau saat saya jadi cuti kampanye, pergubnya dikeluarkan dengan angka yang tidak sesuai dengan (keinginan) saya,” ujar Ahok.
Sementara itu Wakil Ketua DPRD, M. Taufik justru mengatakan jika Ahok memberikan pernyataan berbelit dan bohong, karena keterangan yang dibuat Ahok justru berbeda jauh dengan keterangan yang diberikan oleh bawahannya.

Sebelum Ahok menjadi saksi, dalam sidang sebelumnya, telah diambil keterangan dari Sekda Sekda DKI Jakarta Saefullah, Kepala Bappeda DKI Jakarta Tuti Kusumawati, Asisten Pembangunan Lingkungan Hidup Sekretaris Daerah DKI Jakarta Gamal Sinurat dan Kepala Biro Tata Kota dan Lingkungan Hidup Sekretaris Daerah DKI Jakarta Vera Revina Sari.

Dan dari keterangan mereka, tidak ada satupun yang sesuai dengan keterangan dari Ahok yang menceritakan jika apa yang dia katakan semua adalah benar, sementara bawahannya salah.

“Kita lihat saja nanti majelis Hakim yang menentukan siapa yang berbohong, Ahok atau anak buahnya,” ujar M. Taufik.

Sementara itu, pihak kuasa hukum Sanusi sempat berang dan meminta Ahok untuk tidak menjawab secara politis, dan sikap Ahok yang mirip “penguasa” mencoba untuk mengatur para pengacara dan Hakim.

Ahok meminta agar hakim menegur kuasa hukum Sanusi, karena Ahok merasa pertanyaan yang diajukan sudah keluar, namun Hakim justru tidak mengindahkan permintaan Ahok, bahkan Maqdir, selaku kuasa hukum, balik memarahi Ahok karena ingin mengatur cara melakukan tugasnya sebagai pengacara Sanusi.

Usai memberikan keterangan Ahok langusng ngacir tanpa memberikan pernyataan apapun kepada media massa yang sudah menunggunya.

Baca juga :









COMMENTS

Nama

bencana,3,bisnis,59,daerah,182,daerahjakarta,1211,daerahpadang,42,ekonomi,400,hiburan,30,hukum,904,inspirasi,11,internasional,233,islam,397,kesehatan,10,kriminal,89,militer,14,olahraga,22,opini,15,pahlawan,5,pendidikan,17,peristiwa,714,politik,1095,selebriti,44,sosial,102,teknologi,3,tips,3,tokoh,7,video,114,
ltr
item
Media Pribumi: Datang Sebagai Saksi, Ahok Malah Bertingkah Seperti Tersangka
Datang Sebagai Saksi, Ahok Malah Bertingkah Seperti Tersangka
Sebelum menghadiri sidang gugatan peninjauan terhadap UU Pilkada, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, sebelumnya menghadiri sidang Kasus suap Reklamasi dengan terdakwa Anggota DPRD DKI Jakarta, Muhamad Sanusi, Senin (5/9/2016) di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat.
https://2.bp.blogspot.com/-ScbMZebfnJo/V86Jf7wv2II/AAAAAAAAe1o/9hTk8ja7F2EZ2_Y2xXpjkUFziW7a8nIRgCLcB/s640/ahok%2Bsidang.jpg
https://2.bp.blogspot.com/-ScbMZebfnJo/V86Jf7wv2II/AAAAAAAAe1o/9hTk8ja7F2EZ2_Y2xXpjkUFziW7a8nIRgCLcB/s72-c/ahok%2Bsidang.jpg
Media Pribumi
http://www.mediapribumi.com/2016/09/datang-sebagai-saksi-ahok-malah.html
http://www.mediapribumi.com/
http://www.mediapribumi.com/
http://www.mediapribumi.com/2016/09/datang-sebagai-saksi-ahok-malah.html
true
38148814961745276
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Baca Lebih Lanjut Reply Cancel reply Hapus Oleh Home PAGES Berita View All Berita Terkait LABEL Kumpulan Berita SEARCH Seluruh Berita Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy