Dulu Arswendo Minta Maaf Menista Agama, Tapi Dihukum 4 Tahun Penjara

post-feature-image

Media Pribumi - Berdasarkan yurisprudensi, kasus video Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok di Kepulauan Seribu sudah dapat disebut sebagai tindakan penistaan agama.

Dalam ilmu hukum, yurisprudensi adalah keputusan-keputusan dari hakim terdahulu untuk menghadapi suatu perkara yang tidak diatur di dalam UU dan dijadikan sebagai pedoman bagi para hakim yang lain untuk menyelesaian suatu perkara yang sama.

Menurut ahli hukum pidana, Teuku Nasrullah, sudah ada putusan hakim terdahulu terkait penistaan agama. Meskipun pelakunya meminta maaf atau berkilah tidak memiliki maksud atau sengaja menista agama.

Nasrullah memberi contoh pada kasus Arswendo Atmowiloto pada tahun 1990. Saat itu, Arswendo membuat polling di Tabloid Monitor, siapa tokoh idola menurut para pembaca.

Menurut hasil polling yang dirilis Tabloid Monitor, nama Presiden Soeharto berada di urutan pertama. Disusul kemudian dengan nama BJ Habibie, Soekarno lalu musisi Iwan Fals. Nama Arswendo masuk ke dalam urutan 10, sementara Nabi Muhammad SAW berada pada urutan ke-11.

“Kemudian, saat itu muncul kemarahan dari umat Islam. Mereka melaporkan Arswendo atas tuduhan menghina Nabi Muhammad,” kata dosen Universitas Indonesia ini dalam ‘Diskusi Publik: Kasus Ahok Nista Islam dalam Perspektif Hukum Pidana’ di Rumah Amanah Rakyat, Menteng, Jakarta pada Kamis (10/11).

Ketika itu, Arswendo berkilah tidak punya maksud atau sengaja menghina Nabi Muhammad SAW. Tapi dia tetap dijatuhi hukuman 4 tahun penjara.

“Kesengajaan di sini (dalam pasal penistaan agama, red) bukan kesengajaan dalam maksud. Tapi kesengajaan yang dapat diduga mengetahui bahwa perbuatannya menista agama dan mengganggu ketertiban umum,” lanjut Nasrullah.

Arswendo dihukum karena patut mengetahui perbuatannya mengganggu ketertiban umum.

“Sebab, pasal 156 ada di bawah Bab Ketertiban Umum. Penistaan agama tidak dibawah pasal agama tapi di bawah Bab Ketertiban Umum. Ini tentang ketertiban umum. Setiap orang harus menjaga ketertiban umum,” ujarnya.

Pria kelahiran Aceh ini melanjutkan, kalau seseorang sudah bersekolah dan bisa berpikir, sepatutnya tahu perbuatannya bisa mengganggu ketertiban umum atau tidak. [ipc]

Baca juga :









COMMENTS

Nama

bencana,3,bisnis,59,daerah,185,daerahjakarta,1226,daerahpadang,42,ekonomi,401,hiburan,30,hukum,921,inspirasi,11,internasional,233,islam,398,kesehatan,10,kriminal,89,militer,14,olahraga,22,opini,15,pahlawan,5,pendidikan,17,peristiwa,735,politik,1100,selebriti,44,sosial,103,teknologi,3,tips,3,tokoh,7,video,114,
ltr
item
Media Pribumi: Dulu Arswendo Minta Maaf Menista Agama, Tapi Dihukum 4 Tahun Penjara
Dulu Arswendo Minta Maaf Menista Agama, Tapi Dihukum 4 Tahun Penjara
Berdasarkan yurisprudensi, kasus video Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok di Kepulauan Seribu sudah dapat disebut sebagai tindakan penistaan agama.
https://1.bp.blogspot.com/-FqBcRLjHDM8/WCa6tikJqTI/AAAAAAAAn-w/XlObiJ3fJOMg7QNue046DthzPSTiUK_aACLcB/s640/arswendo.png
https://1.bp.blogspot.com/-FqBcRLjHDM8/WCa6tikJqTI/AAAAAAAAn-w/XlObiJ3fJOMg7QNue046DthzPSTiUK_aACLcB/s72-c/arswendo.png
Media Pribumi
http://www.mediapribumi.com/2016/11/dulu-arswendo-minta-maaf.html
http://www.mediapribumi.com/
http://www.mediapribumi.com/
http://www.mediapribumi.com/2016/11/dulu-arswendo-minta-maaf.html
true
38148814961745276
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Baca Lebih Lanjut Reply Cancel reply Hapus Oleh Home PAGES Berita View All Berita Terkait LABEL Kumpulan Berita SEARCH Seluruh Berita Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy