Menghadang Djarot Dijadikan Tersangka, Tukang Bubur Ini Angkat Bicara

post-feature-image

Media Pribumi - Naman S (52), ditetapkan sebagai tersangka penghadangan kampanye Cawagub DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat. Tukang bubur ini terang-terangan mengaku tidak suka Cagub DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), lalu melampiaskan ke Djarot.

Tim Sukses Cagub Cawagub DKI Jakarta Ahok-Djarot awalnya melaporkan penghadangan kampanye Djarot di Kembangan Utara, Jakarta Barat kepada Bawaslu pada 18 November lalu. Bawaslu menetapkan laporan tersebut mengandung unsur pelanggaran pidana pemilu dengan terlapor Naman S. Bawaslu lalu melimpahkan berkas tersebut ke penyidik Polda Metro Jaya.

Penyidik kemudian menindaklanjuti laporan itu. Ada 12 saksi yang diperiksa, salah satunya Djarot. Djarot saat dimintai keterangan menunjukkan foto seseorang yang menghadang kampanyenya. Setelah cukup bukti, penyidik menetapkan Naman sebagai tersangka.

Naman akhirnya ditangkap penyidik di kediamannya, Kembangan, Jakarta Barat, pada Selasa 22 November 2016 sekitar 15.00 WIB. Dia dijerat dengan Pasal 187 ayat (4) UU No 10 Tahun 2016 tentang Pilkada. Karena ancaman hukumannya maksimal 6 bulan itu, Naman tidak dapat dilakukan penahanan.

Soal profil Naman, Awi menyebut yang bersangkutan bekerja sebagai penjual bubur. "Sehari-hari dia menjadi imam di musala di Kembangan situ, dia orang situ," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Awi Setiyono.

Saat menjalani rangkaian pemeriksaan, Naman mengaku penghadangan kampanye Djarot dilakukannya karena ketidaksukaannya kepada sosok Ahok. Aksi itu dilakukan murni atas inisiatif Naman.

Saat ini, penyidik mengebut untuk pemberkasan sambil berkoordinasi terus dengan pihak Jaksa Penuntut Umum (JPU). Penyidik hanya punya waktu 14 hari untuk menyelesaikan pemberkasan sampai kasus tersebut dinyatakan P21 (lengkap) oleh JPU.

Berikut 4 pengakuan Naman:

1. Naman Resmi Tersangka

Penyidik Polda Metro Jaya menetapkan Naman S sebagai tersangka kasus pelanggaran pidana Pilkada DKI Jakarta karena menghadang calon wagub nomor urut 2, Djarot saat berkampanye.

"Sudah tersangka. Memang kalau sudah proses di Bawaslu kita anggap sudah masuk proses penyelidikan dan kalau sudah masuk ke kepolisian sudah tidak ada celah lagi," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Awi Setiyono kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (22/11/2016).

Awi mengatakan, penyidik Sentra Gakkumdu (Penegakan Hukum Terpadu) sudah memiliki bukti-bukti permulaan yang cukup untuk menetapkan NS sebagai tersangka.

2. Tidak Suka Ahok.

Naman mengaku tidak suka dengan sosok Ahok yang menjadi pasangan Djarot.

"Memang buntutnya dari ketidaksenangannya terhadap Bapak Basuki Purnama, imbasnya ke Pak Djarot karena dari yel-yelnya pun demikian (menolak Ahok)," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Awi Setiyono kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (23/11/2016).
Pengakuan tersangka, tindakannya itu dilakukan atas inisiatifnya sendiri. "Beliau inisiatif masuk ke kerumunan sehingga ikut berteriak menolak paslon ini," ungkapnya.

Pada saat itu, ketika Djarot menanyakan siapa yang dituakan di situ, Naman pun akhirnya maju dari balik kerumunan kelompok penghadang ini. "Pak Djarot dengan itikad baik menanyakan kenapa, lalu ditanya siapa yang bertanggung jawab dan yang bersangkutan maju," sambungnya.

3. Tidak Dibayar.

Naman mengaku tidak dibayar oleh pihak-pihak tertentu untuk menghadang kampanye Djarot itu.

"Yang bersangkutan mengaku tidak ada dibayar," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Awi Setiyono kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (23/11/2016).

Awi menjelaskan, alasan penyidik tidak menahan Naman karena ancaman hukumannya atas dugaan pelanggaran Pasal 184 UU No 10 Tahun 2016 tentang Pilkada itu, ancamannya di bawah 5 tahun. "Karena ancamannya itu hanya 1-6 bulan penjara, sehingga tidak bisa dilakukan penahanan," ungkapnya.

4. Bantah Ada "Aktor" Intelektual.

Dari hasil pemeriksaan Naman, Awi menjelaskan tidak ada indikasi bahwa aksi penolakan dan penghadangan kampanye tersebut dilakukan secara terorganisir untuk menggembosi pasangan Ahok-Djarot.

"Memang dari pertanyaan penyidik juga mengarah ke sana, termasuk apa ada orang di belakangnya termasuk apakah didanai tapi kita tidak bisa memaksakan karena yang bersangkutan tidak mengakui itu," terang Awi.

Pengakuan tersangka, tindakannya itu dilakukan atas inisiatifnya sendiri. "Beliau inisiatif masuk ke kerumunan sehingga ikut berteriak menolak paslon ini," ungkapnya.[detik]

Baca juga :









COMMENTS

Nama

bencana,3,bisnis,60,daerah,188,daerahjakarta,1227,daerahpadang,43,ekonomi,401,hiburan,30,hukum,924,inspirasi,11,internasional,233,islam,398,kesehatan,10,kriminal,89,militer,14,olahraga,23,opini,15,pahlawan,5,pendidikan,17,peristiwa,740,politik,1102,selebriti,44,sosial,103,teknologi,3,tips,3,tokoh,7,video,114,
ltr
item
Media Pribumi: Menghadang Djarot Dijadikan Tersangka, Tukang Bubur Ini Angkat Bicara
Menghadang Djarot Dijadikan Tersangka, Tukang Bubur Ini Angkat Bicara
Naman S (52), ditetapkan sebagai tersangka penghadangan kampanye Cawagub DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat. Tukang bubur ini terang-terangan mengaku tidak suka Cagub DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), lalu melampiaskan ke Djarot.
https://1.bp.blogspot.com/-rQBMAm00W5c/WDZLLeRMLaI/AAAAAAAAQbg/7Y1gQUUccvgRQB6E2s8TjK9bO5gKjqo0wCLcB/s640/hadang%2Bkampanye.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-rQBMAm00W5c/WDZLLeRMLaI/AAAAAAAAQbg/7Y1gQUUccvgRQB6E2s8TjK9bO5gKjqo0wCLcB/s72-c/hadang%2Bkampanye.jpg
Media Pribumi
http://www.mediapribumi.com/2016/11/menghadang-djarot-dijadikan-tersangka.html
http://www.mediapribumi.com/
http://www.mediapribumi.com/
http://www.mediapribumi.com/2016/11/menghadang-djarot-dijadikan-tersangka.html
true
38148814961745276
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Baca Lebih Lanjut Reply Cancel reply Hapus Oleh Home PAGES Berita View All Berita Terkait LABEL Kumpulan Berita SEARCH Seluruh Berita Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy