Empat Petani Cina Tanam Cabai Berbakteri Dihukum Cuma 5 Bulan Penjara

post-feature-image

Media Pribumi - Kantor Imigrasi Wilayah I Bogor, Jawa Barat, pekan depan akan melimpahkan berkas perkara pelanggaran keimigrasian yang dilakukan empat warga negara Cina. Keempatnya menanam cabai secara ilegal di Kecamatan Sukamakmur.

"Perkara warga negara Cina ini terus berjalan, rencana Selasa (13/12) berkas perkara akan dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Cibinong," kata Kepala Kantor Imigrasi Bogor, Herman Lukman di Bogor, Jumat.

Empat WNA Cina tersebut ditahan sejak Kamis (10/11). Mereka adalah XQJ (51), tanpa dokumen atau passpor, YWM (37) juga tidak memiliki dokumen resmi, GZJ (52) memiliki paspor berlaku hingga 2019, dan GHQ (53) memiliki paspor berlaku sampai 2026. Keempatnya berjenis kelamin laki-laki, mereka diketahui sudah beraktivitas di kebun cabai kurang lebih selama empat bulan.

Ia mengatakan, keempat WNA Cina tersebut dikenakan Pasal 122 Undang-Undang Nomor 6/2011 tentang keimigrasian, dengan hukuman lima bulan kurungan dan denda Rp500 juta.
Terkait ancaman bibit cabai yang ditanam oleh WNA Cina di Sukamakmur mengandung bakteri, Herman menyatakan, hal tersebut menjadi kewenangan Badan Karantina Pertanian.

Ia mengatakan sepekan yang lalu Badan Karantina Nasional telah berkirim surat kepada Imigrasi Bogor meminta pendampingan untuk mengambil sampel bibit cabai yang digunakan warga Cina.

"Karena bibitnya itu bagian dari barang bukti yang kita segel, dan kita simpan di gudang dekat perkebunan, Badan Karantina meminta Imigrasi untuk membuka segel untuk keperluan penyidikan mereka," kata Herman.

Herman mengatakan dalam penanganan kasus empat WNA Tiongkok yang menanam cabai di Kecamatan Sukamakmur, pihaknya fokus pada pelanggaran keimigrasiannya. Keempat WNA Cina tersebut menyalahi izin tinggal, dan melakukan kegiatan berkebun cabai yang telah berlangsung selama empat bulan. (replubika)







COMMENTS

Nama

bencana,3,bisnis,61,daerah,212,daerahjakarta,1300,daerahpadang,47,ekonomi,477,hiburan,33,hukum,1276,inspirasi,14,internasional,260,islam,461,kesehatan,10,kriminal,105,militer,16,olahraga,28,opini,15,pahlawan,5,pendidikan,18,peristiwa,814,politik,1197,selebriti,47,sosial,115,teknologi,3,tips,3,tokoh,9,video,139,
ltr
item
Media Pribumi: Empat Petani Cina Tanam Cabai Berbakteri Dihukum Cuma 5 Bulan Penjara
Empat Petani Cina Tanam Cabai Berbakteri Dihukum Cuma 5 Bulan Penjara
Kantor Imigrasi Wilayah I Bogor, Jawa Barat, pekan depan akan melimpahkan berkas perkara pelanggaran keimigrasian yang dilakukan empat warga negara Cina. Keempatnya menanam cabai secara ilegal di Kecamatan Sukamakmur.
https://4.bp.blogspot.com/-RrfliCt1LGk/WErHAenCKiI/AAAAAAAAsh8/J3mhlws4EbQO5NjP9ha6fEsFoqTNuTUKwCK4B/s640/pemusnahan-bibit-dan-tanaman-cabai-ilegal-yang-mengandung-bakteri-_161208144634-638%2B%25281%2529.jpg
https://4.bp.blogspot.com/-RrfliCt1LGk/WErHAenCKiI/AAAAAAAAsh8/J3mhlws4EbQO5NjP9ha6fEsFoqTNuTUKwCK4B/s72-c/pemusnahan-bibit-dan-tanaman-cabai-ilegal-yang-mengandung-bakteri-_161208144634-638%2B%25281%2529.jpg
Media Pribumi
http://www.mediapribumi.com/2016/12/empat-petani-cina-tanam-cabai.html
http://www.mediapribumi.com/
http://www.mediapribumi.com/
http://www.mediapribumi.com/2016/12/empat-petani-cina-tanam-cabai.html
true
38148814961745276
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Baca Lebih Lanjut Reply Cancel reply Hapus Oleh Home PAGES Berita View All Berita Terkait LABEL Kumpulan Berita SEARCH Seluruh Berita Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy