Kapolri Tito : Fatwa MUI Bukan Rujukan Hukum Positif, Tidak Bisa Dijadikan Referensi

post-feature-image

Media Pribumi - Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian menyesalkan polemik yang berasal dari fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang mengharamkan umat Islam untuk memakai atribut perayaan Natal atau aksesori keagamaan di luar Islam.

Masalahnya, polemik itu menyeret jajaran Polri. Polres Metro (Polrestro) Bekasi Kota dan Kulon Progo Polda Yogyakarta mengeluarkan surat edaran (SE) berdasarkan fatwa tersebut dan akhirnya menimbulkan pro-kontra publik.

"Mereka (Kapolres) tidak boleh keluarkan SE yang mereferensikan pada fatwa MUI. Fatwa MUI bukan rujukan hukum positif, tidak bisa dijadikan referensi," ujar Tito di Kampus Universitas Negeri Jakarta, Jakarta, Senin (19/12).

Menurut Tito, fatwa MUI hanya bersifat rujukan setelah melalui koordinasi sebelumnya. Namun, tidak mutlak menjadi produk hukum dan dijadikan referensi SE.

"Itu (Fatwa MUI) sifatnya koordinasi, bukan rujukan kemudian ditegakkan. Jadi, langkah-langkahnya koordinasi, bukan mengeluarkan surat edaran yang bisa menjadi produk hukum bagi semua pihak," ujar alumni Akpol 1987 itu.

Untuk itu, Kapolri berharap SE yang telah dikeluarkan jajaran Polres di daerah tersebut segera dicabut karena berpotensi mengancam kebhinnekaan di Indonesia.
"Saya sudah tegur keras Polrestro Bekasi Kota dan Polres Kulonprogo Jogja. Saya suruh cabut," tegas mantan Kapolda Metro Jaya tersebut.

Sebelumnya, Kapolres Metro Bekasi Kota, Komisaris Besar Umar Surya Fana, membenarkan telah mengeluarkan SE ke sejumlah pengusaha di Bekasi.

SE tersebut, mengacu pada fatwa MUI tentang larangan memakai atribut non-Muslim bagi Muslim jelang hari Natal yang jatuh pada 25 Desember.

Dalam surat edaran bernomor B/4240/XII/2016/Restro Bekasi Kota, merekomendasikan agar pimpinan perusahaan menjamin hak beragama umat Islam dalam menjalankan agama sesuai keyakinannya. Serta tidak memaksakan kehendak untuk menggunakan atribut keagamaan non-Muslim kepada karyawan atau karyawati Muslim. [rmol.com]







COMMENTS

Nama

bencana,4,bisnis,65,daerah,253,daerahjakarta,1473,daerahpadang,52,ekonomi,574,hiburan,40,hukum,1855,inspirasi,20,internasional,285,islam,579,kesehatan,11,kriminal,126,militer,18,olahraga,30,opini,16,pahlawan,5,pendidikan,24,peristiwa,859,politik,1432,selebriti,66,sosial,134,teknologi,5,tips,3,tokoh,12,video,192,
ltr
item
Media Pribumi: Kapolri Tito : Fatwa MUI Bukan Rujukan Hukum Positif, Tidak Bisa Dijadikan Referensi
Kapolri Tito : Fatwa MUI Bukan Rujukan Hukum Positif, Tidak Bisa Dijadikan Referensi
Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian menyesalkan polemik yang berasal dari fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang mengharamkan umat Islam untuk memakai atribut perayaan Natal atau aksesori keagamaan di luar Islam.
https://2.bp.blogspot.com/-8U-zbOhvW4o/WFes2pJArmI/AAAAAAAAt7Q/QPK1APWIWPkuE_0hkN8nVXWw_0TUzmxEACLcB/s640/tito%2Bbayaran.jpg
https://2.bp.blogspot.com/-8U-zbOhvW4o/WFes2pJArmI/AAAAAAAAt7Q/QPK1APWIWPkuE_0hkN8nVXWw_0TUzmxEACLcB/s72-c/tito%2Bbayaran.jpg
Media Pribumi
http://www.mediapribumi.com/2016/12/kapolri-tito-fatwa-mui-bukan-rujukan.html
http://www.mediapribumi.com/
http://www.mediapribumi.com/
http://www.mediapribumi.com/2016/12/kapolri-tito-fatwa-mui-bukan-rujukan.html
true
38148814961745276
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Baca Lebih Lanjut Reply Cancel reply Hapus Oleh Home PAGES Berita View All Berita Terkait LABEL Kumpulan Berita SEARCH Seluruh Berita Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy