Biaya PNPB Naik Berlipat, Upaya Pemerintahan Jokowi Kejar Setoran Hutang ?

post-feature-image

mediapribumi.com - Pemerintah Jokowi menerbitkan PP Nomor 60 Tahun 2016 tentang Jenis dan Tarif atas Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNPB) pada 6 Desember 2016. Ini mengatur soal pengurusan surat kendaraan bermotor, baik untuk roda 2 maupun roda 4 yang mengalami kenaikan. Kenaikannya pun ada yang mencapai tiga kali lipat. Di dunia maya, aturan ini jadi bahan obrolan netizen. Mereka merasa keberatan.

"Berdasarkan PP 60 Tahun 2016 tarif baru mulai berlaku 6 Januari mendatang," kata Kepala Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri, Agung Budi Maryoto.

Tarif pengesahan STNK kendaraan bermotor di aturan lama hanya Rp 50.000 untuk roda 2, roda 3 dan angkutan umum. Dalam aturan anyar, biaya ini naik menjadi Rp 100.000 per penerbitan. Tarif pengesahan STNK untuk kendaraan roda 4 atau lebih di aturan lama hanya Rp 75.000, kini naik menjadi Rp 200.000 per penerbitan.

Tak hanya itu, tarif penerbitan Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB) juga naik sangat signifikan. Dalam aturan lama, tarif penerbitan BPKB untuk kendaraan roda 2 dan roda 3 hanya Rp 80.000 naik menjadi Rp 225.000 per penerbitan. Sedangkan tarif penerbitan BPKB kendaraan roda 4 atau lebih dalam aturan lama cuma Rp 100.000, naik menjadi Rp 375.000 per penerbitan.

Tarif penerbitan surat mutasi kendaraan ke luar daerah juga naik. Di aturan lama ini, biaya mutasi hanya Rp 75.000 per kendaraan, baik roda 2 maupun roda 4. Kini, tarif surat mutasi untuk roda 2 naik menjadi Rp 150.0000 dan untuk kendaraan roda 4 naik menjadi Rp 250.000.

Sedangkan penerbitan Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB) juga berubah. Dalam aturan lama, biaya penerbitan TNKB untuk kendaraan roda 2 dan roda 3 hanya Rp 30.000. Kini, tarif ini naik jadi Rp 60.000. Untuk tarif penerbitan TNKB kendaraan roda 4 sebelumnya Rp 50.000 naik menjadi Rp 100.000.

Di Twitter, sejumlah tweeps mengeluhkan aturan baru itu. Akun @dahlandahi sedih. "Walah. Biasa penerbitan BPKB naik tiga kali lipat. Hiks," cuitnya, disambut @hafidz_az. "Kado tahun baru dari pemerintah, biaya STNK dan BPKB Naik tiga kali lipat," cuitnya. Akun @syaechu menyindir. "Hmmm... belum bayar calo," kicau dia, diamini @aininoi. "Naik lagi aja."

Akun yang lain seperti @Adin_legal mengecam pemerintah Jokowi. "Rakyat dibikin sengsara terus," kicaunya, disambut satir akun @djiono_mu. "Terimakasih, pemerintah emang baik untuk rakyat. Dari Rakyat untuk Pemerintah," cuitnya. Akun @Amir_Czam lebih sadis. "Ini sih bukan pajak, tapi palak," tandasnya.
Sedangkan akun @Panca66 langsung menyindir Presiden. "Listrik naik. STNK dan BPKB naik. Hadiah Tahun Baru. Terus ada yang foto sok lugu pake sarung. LOL," cuitnya, disambut @izhar_bebud. "Gak usah bayar. Biarin nunggak," kicaunya. Akun @roz_zale menambahi. "Negara udah mau bangkrut," kicaunya, serupa dengan @aridginanjra. "Kuras terus duit rakyat pak. Punya rumah berasa ngontrak. Punya mobil berasa nyewa," kicaunya. Akun @riz_kh4n bertanya serius. "Tax amnesty gagal ya pak?". Akun @Rakyat_Angin kecewa. "Gua rajin bayar pajak. Terutama pajak kendaraan. Tapi apresiasinya begini," cuitnya.

Meski begitu, ada pula tweeps yang tidak menolaknya. Akun @Tim_PGBN misalnya. Dia mendukung tapi ada syaratnya. "PNBP yang masuk harus segera digunakan membangun secepatnya Transportasi publik yang Modern, Nyaman, aman & murah untuk rakyat," kicaunya.

Pengamat kebijakan publik Agus Pambagio menilai, kebijakan ini sangat memberatkan masyarakat. Menurutnya, biaya pengurusan surat nomor kendaraan bermotor tidak bisa dimasukkan pendapatan negara. Kecuali, kata dia, kebijakan itu dibuat untuk pembangunan transportasi umum.

"Pemerintah jangan panik dengan menaikkan pajak-pajak konsumsi karena gagal di tax amnesty," ujar Agus.

Agus mengingatkan, sebelum membuat kebijakan, lebih baik pemerintah mengatasi kebocoran APBN. Bukannya menempuh cara praktis dengan membebankan pajak tinggi kepada masyarakat.(rmol)







COMMENTS

Nama

bencana,3,bisnis,64,daerah,213,daerahjakarta,1331,daerahpadang,48,ekonomi,485,hiburan,33,hukum,1307,inspirasi,14,internasional,263,islam,483,kesehatan,11,kriminal,107,militer,16,olahraga,28,opini,15,pahlawan,5,pendidikan,20,peristiwa,832,politik,1226,selebriti,54,sosial,116,teknologi,3,tips,3,tokoh,10,video,144,
ltr
item
Media Pribumi: Biaya PNPB Naik Berlipat, Upaya Pemerintahan Jokowi Kejar Setoran Hutang ?
Biaya PNPB Naik Berlipat, Upaya Pemerintahan Jokowi Kejar Setoran Hutang ?
Pemerintah Jokowi menerbitkan PP Nomor 60 Tahun 2016 tentang Jenis dan Tarif atas Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNPB) pada 6 Desember 2016. Ini mengatur soal pengurusan surat kendaraan bermotor, baik untuk roda 2 maupun roda 4 yang mengalami kenaikan. Kenaikannya pun ada yang mencapai tiga kali lipat. Di dunia maya, aturan ini jadi bahan obrolan netizen. Mereka merasa keberatan.
https://3.bp.blogspot.com/-gWuf53SiMLw/WGscPN5K1BI/AAAAAAAAAu0/NSa5P7-hAJw4zo-vtP8rQO3d6Ko6szukQCLcB/s640/SAMSAT.jpg
https://3.bp.blogspot.com/-gWuf53SiMLw/WGscPN5K1BI/AAAAAAAAAu0/NSa5P7-hAJw4zo-vtP8rQO3d6Ko6szukQCLcB/s72-c/SAMSAT.jpg
Media Pribumi
http://www.mediapribumi.com/2017/01/biaya-pnpb-naik-berlipat-upaya.html
http://www.mediapribumi.com/
http://www.mediapribumi.com/
http://www.mediapribumi.com/2017/01/biaya-pnpb-naik-berlipat-upaya.html
true
38148814961745276
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Baca Lebih Lanjut Reply Cancel reply Hapus Oleh Home PAGES Berita View All Berita Terkait LABEL Kumpulan Berita SEARCH Seluruh Berita Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy