Negara Dalam Keadaan Bahaya, Kalau Informasi Ahok Berasal dari Sadapan

 post-feature-image

mediapribumi.com - Pengakuan tim pengacara Terdakwa kasus penistaan agama Basuki T. Purnama yang memegang bukti percakapan antara Ketua Umum MUI KH Ma'ruf Amin dengan Ketua Umum DPP Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono terus mengusik keingintahuan publik.

Karena pertanyaannya, dari mana Ahok dan timnya mendapatkan data tersebut.

"Karena wewenang penyadapan hanya dimiliki aparat negara seperti BIN, KPK, Kejaksaan, Kepolisian, Bais," ujar Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak dalam keterangannya petang ini.

Lebih jauh, Dahnil mengungkapkan ada dua kemungkinan bila pengakuan Ahok dan timnya itu benar. Pertama, Ahok benar memiliki data sadapan itu. Kedua, Ahok berbohong alias menyebarkan informasi hoax.

Dia menegaskan bila Ahok betul punya data sadapan pembicaraan itu, ini adalah ancaman serius bagi demokrasi Indonesia. Karena diduga ada abuse of power yang dilakukan oleh aparat yang memiliki kewenangan sadap. Menurutnya, hal berbahaya sekali.

"Mereka menggunakan wewenang sadapan sebagai alat politik kepentingan kelompok dan partai politik tertentu," imbuhnya.

"Namun terkait dengan kepentingan negara yang lebih luas mereka keteteran hal Ini bisa dilihat dari data-data intelijen yang diterima oleh Pak Joko Widodo sebagai Presiden yang dianggap dalam beberapa hal terkesan kacau balau," tandasnya.
Dalam sidang kemarin, pengacara Ahok, Humphrey Djemat, mempertanyakan Kiai Maruf Amin.

"Apakah sebelum pertemuan hari Jumat, Kamisnya ada telepon dari SBY sekitar pukul 10.16 WIB supaya diatur pertemuan dengan paslon satu agar diterima di PBNU dan SBY juga minta segera dikeluarkan fatwa sal penodaan agama?" tanya  Humphrey Djemat.

Kiai Ma'ruf mengakui menerima Agus di PBNU. Namun dia membantah menerima telepon dari SBY.

Ahok sendiri juga bereaksi atas bantahan Kiai Ma'ruf tersebut.

"Saya berterima kasih, saudara saksi ngotot di depan hakim bahwa saksi tidak berbohong, kami akan proses secara hukum saksi untuk membuktikan bahwa kami memiliki data yang sangat lengkap," kata Ahok dalam persidangan. [rmol]







COMMENTS

Nama

bencana,3,bisnis,64,daerah,213,daerahjakarta,1331,daerahpadang,48,ekonomi,485,hiburan,33,hukum,1307,inspirasi,14,internasional,263,islam,483,kesehatan,11,kriminal,107,militer,16,olahraga,28,opini,15,pahlawan,5,pendidikan,20,peristiwa,832,politik,1226,selebriti,54,sosial,116,teknologi,3,tips,3,tokoh,10,video,144,
ltr
item
Media Pribumi: Negara Dalam Keadaan Bahaya, Kalau Informasi Ahok Berasal dari Sadapan
Negara Dalam Keadaan Bahaya, Kalau Informasi Ahok Berasal dari Sadapan
Pengakuan tim pengacara Terdakwa kasus penistaan agama Basuki T. Purnama yang memegang bukti percakapan antara Ketua Umum MUI KH Ma'ruf Amin dengan Ketua Umum DPP Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono terus mengusik keingintahuan publik.
https://2.bp.blogspot.com/-wVSqpfOm9Fk/WJG-BfBiP-I/AAAAAAAA0m4/UY3xqVaqC14RsSL1j0qe8ekl9KSwSCImACLcB/s640/ahok%2Bsadap.jpg
https://2.bp.blogspot.com/-wVSqpfOm9Fk/WJG-BfBiP-I/AAAAAAAA0m4/UY3xqVaqC14RsSL1j0qe8ekl9KSwSCImACLcB/s72-c/ahok%2Bsadap.jpg
Media Pribumi
http://www.mediapribumi.com/2017/02/negara-dalam-keadaan-bahaya-kalau.html
http://www.mediapribumi.com/
http://www.mediapribumi.com/
http://www.mediapribumi.com/2017/02/negara-dalam-keadaan-bahaya-kalau.html
true
38148814961745276
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Baca Lebih Lanjut Reply Cancel reply Hapus Oleh Home PAGES Berita View All Berita Terkait LABEL Kumpulan Berita SEARCH Seluruh Berita Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy