Terdaftar di Server Mendagri, E-KTP Palsu Juga Pakai Chip dan Material Asli, Kok Bisa ?

post-feature-image

mediapribumi.com - Penggandaan e-KTP harus menjadi perhatian serius. Pasalnya, meski palsu, kartu identitas kependudukan tersebut terindikasi asli (aspal).

Respons serius juga diperlukan agar jangan sampai e-KTP palsu digunakan untuk mencoblos pada pilkada karena rawan memicu gugatan. Di sisi lain, Komisi Pemilihan Umum (KPU) meyakinkan sudah memiliki langkah mencegah penggunaan e-KTP aspal pada hari pemungutan suara, 15 Februari nanti. KPU juga menyebarkan surat edaran (SE) ke seluruh jajaran panitia penyelenggara pemilu agar tidak kebobolan. Berdasarkan pemeriksaan yang dilakukan Direktorat Jenderal (Ditjen) Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kemendagri, walaupun data identitas yang terdaftar berbeda dengan identitas di fisik kartu kependudukan itu, e-KTPaspaldari Kambojayangdisita Bea Cukai ternyata menggunakan chip asli yang digunakan Kemendagri. Dari fakta tersebut muncul dugaan server Kemendagri dibobol hingga data asli bisa dimanfaatkan pihak yang tidak berkepentingan.

“Kami juga mengarah ke sana, bagaimana data itu bisa keluar sehingga terdaftar dalam chip KTP palsu itu,” ujar Direktur Pendaftaran Penduduk Ditjen Dukcapil Kemendagri, Drajat Wisnu Setiawan, di Jakarta kemarin. Selain chip asli, material e-KTP palsu tersebut sama persis dengan yang asli. Kepastian ini diperoleh setelah Ditjen Dukcapil memeriksa data melalui card reader. Untuk menelusuri kasus yang kali pertamaterjadi tersebutDitjenDukcapil akan berkoordinasi dengan Bea Cukai dan Kepolisian RI.

“Nanti kami selidiki, bagaimana mereka bisa dapat material yang mirip seperti itu. Bagaimana mereka dapat chip dengan data asli, pokoknya semuanya akankamiselidiki. Begitujuga adanya dugaan orang dalam yang membocorkan identitas,” katanya. Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Pol Boy Rafli Amar menyatakan bersama Bea Cukai polisi masih menyelidiki kasus ini“Kami juga turun menyelidiki, kalau memang ada mengarah ke pidana pasti kami tindak,” jaminnya.

Kepala Humas Bea Cukai Devid Yohanis Muhammad menyatakan kesiapannya membantu mengungkap e-KTP palsu. Dia menuturkan, sebelum dilimpahkan ke kepolisian, penyelidikan diperkirakan butuh waktu 30 hari. “Dugaan awal ini untuk aksi kejahatan, makanya kami masih dalami kepastian motifnya,” ujarnya.

Sebagaimana diketahui Ditjen Bea Cukai menemukan pengiriman 32 e-KTP palsu yang berasal dari Kamboja. Selain menemukan kartu identitas, ditemukan juga tabungan, kartu ATM, serta NPWP yang memuat data seseorang. Sebelumnya Andi Arief, mantan staf khusus Presiden Keenam RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), pada beberapa kesempatan memaparkan sejumlah temuan terkait KTP palsu yang dikirim dari Kamboja ke Indonesia.

Andi Arief membuka seluruh temuan tersebut melalui akun Twitter- nya @andiariefaa. Dia menunjuk bukti kiriman FedEX dari Kamboja yang isinya KTP/ NPWP palsu. Menurut dia, pegawai FedEX dan barang kirimannya telah diamankan Bea Cukai. Dia pun meminta Depdagri, KPU, dan Bawaslu merespons temuan tersebut.

Pengungkapan ini bermula dari petugas Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta yang mencurigai paket kiriman yang dibawa melalui perusahaan jasa titipan FedEX. Boks kecil seberat 560 gram itu kemudian diperiksa menggunakan alat bantu X-ray. Selanjutnya petugas membandingkan antara images scan dengan dokumen. Dari hasil perbandingan kemudian petugas memutuskan apakah akan memeriksa secara mendalam dengan membuka paket itu.

Petugas Bea Cukai dan pihak jasa pengiriman FedEX akhirnya memutuskan untuk membongkar paket tersebut. Hasilnya, ditemukan 36 lembar e-KTP, 32 kartu NPWP, satu buku tabungan, dan satu buah kartu ATM. Kepala Kantor Pelayanan Utama Bea Cukai Bandara Soekarno- Hatta Erwin Situmorang menuturkan, pemeriksaan fisik atau pembukaan paket itu sendiri berdasarkan sejumlah pertimbangan. “Apalagi setelah dipindai menggunakan X-ray disebut bahwa isi paket merupakan kiriman kartu identitas yang dianggap berisiko, khususnya terkait kejahatan siber.

Tiga pertimbangan, yaitu gambar hasil X-ray, negara asal paket, dan uraian barang dalam invoice, yaitu ID card,” urainya. Melihat bahwa isi paket merupakan kartu identitas, tim analisa Bea Cukai Bandara Soekarno- Hatta membandingkan dengan sejumlah pengalaman sebelumnya, termasuk beberapa kali mengungkap penyelundupan kartu kredit. “Karena itu, Bea Cukai menganggap berisiko. Juga negara asalnya juga berisiko karena rawan memasukkan narkotika,” katanya.

Bisa Picu Gugatan

Deputi Nasional Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR), Sunanto, mengingatkan, munculnya temuan e-KTP palsu menjelang hari pemungutan suara berpotensi menurunkan kepercayaan publik serta pasangan calon terhadap jalannya tahapan pilkada. Keberadaan identitas ganda juga potensial menghadirkan banyaknya gugatan setelah rekapitulasi hasil pemungutan suara di Mahkamah Konstitusi (MK) nanti.

“Imbas ke tingkat kepercayaan masyarakat, pasangan calon kepada penyelenggaraan, terhadap data pemilih. Itu membuka potensi gugatan pasangan calon,” ujar Sunanto kemarin. Dia pesimistis KPU bisa mengantisipasi masuknya EKTP palsu dalam TPS. Pasalnya, tidak ada alat di TPS yang memastikan asli atau tidak.

Di sisi lain, dia juga tidak yakin KPU memaksimalkan daya ingat petugas KPPS dalam mengenal pemilih yang datang mampu menyaring penggunaan e-KTP palsu. “Karena ini kan teknologi, tidak bisa pencegahannya dengan konvensional. Ini bisa menipu, data sama, kartu sama seperti aslinya,” kata Sunanto.

Komisioner KPU Hadar Nafid Gumay menyatakan telah memiliki langkah mencegah penggunaan e-KTP ilegal pada hari pemungutan suara 15 Februari nanti. Salah satu yang dilakukan ialah mengecek warga yang datang ke TPS hanya berbekal e-KTP dan tidak memiliki formulir C6 (pemberitahuan memilih).

Selain meminta mereka menunggu satu jam terakhir untuk bisa memilih (karena tidak terdata dalam DPT), mereka juga baru bisa dimasukkan dalam DPTb setelah ada kecocokan dengan identitas lain. “Kami sarankan mengecek identitas lain yang juga ada fotonya. Jadi kalau dia cocok sebetulnya tidak perlu kami ragu juga,” ujar Hadar Nafis Gumay kemarin.

Menurut Hadar, KPU sudah menuangkan mekanisme ini dalam surat edaran yang telah disebar ke jajaran tingkat bawah sejak kemarin. Dia berharap para penyelenggara bisa segera menyesuaikan proses kerjanya di hari pemungutan nanti. “Sebetulnya sebelum ada persoalan e-KTP palsu ini, kami standar saja arahannya dan itu bisa membendung,” lanjutnya.

Berbekal surat edaran KPU berharap petugas PPS juga bisa menindaklanjutinya dengan menggelar bimbingan teknis (bimtek) yang lingkupnya lokal, agar bisa mencegah masuknya e-KTP ilegal. “Itu saja modelnya, jadi tidak bisa lagi mengumpulkan semua besarbesaran. Ya bimtek, tapi skalanya kecil, lokal, berdasarkan instruksi atau arahan yang terakhir,” katanya. [sindonews]







COMMENTS

Nama

bencana,3,bisnis,61,daerah,211,daerahjakarta,1299,daerahpadang,47,ekonomi,475,hiburan,33,hukum,1276,inspirasi,14,internasional,260,islam,461,kesehatan,10,kriminal,105,militer,16,olahraga,28,opini,15,pahlawan,5,pendidikan,18,peristiwa,814,politik,1195,selebriti,47,sosial,115,teknologi,3,tips,3,tokoh,9,video,139,
ltr
item
Media Pribumi: Terdaftar di Server Mendagri, E-KTP Palsu Juga Pakai Chip dan Material Asli, Kok Bisa ?
Terdaftar di Server Mendagri, E-KTP Palsu Juga Pakai Chip dan Material Asli, Kok Bisa ?
Penggandaan e-KTP harus menjadi perhatian serius. Pasalnya, meski palsu, kartu identitas kependudukan tersebut terindikasi asli (aspal).
https://3.bp.blogspot.com/-ovOmzE8rDAU/WJ6wrk1cDxI/AAAAAAAAZSs/vZldiEb4Z1E8SbMGmZhLUoYBNddcarqawCLcB/s640/ektp.jpg
https://3.bp.blogspot.com/-ovOmzE8rDAU/WJ6wrk1cDxI/AAAAAAAAZSs/vZldiEb4Z1E8SbMGmZhLUoYBNddcarqawCLcB/s72-c/ektp.jpg
Media Pribumi
http://www.mediapribumi.com/2017/02/terdaftar-di-server-mendagri-e-ktp.html
http://www.mediapribumi.com/
http://www.mediapribumi.com/
http://www.mediapribumi.com/2017/02/terdaftar-di-server-mendagri-e-ktp.html
true
38148814961745276
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Baca Lebih Lanjut Reply Cancel reply Hapus Oleh Home PAGES Berita View All Berita Terkait LABEL Kumpulan Berita SEARCH Seluruh Berita Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy