Tidak Hanya Dipecat MUI, Saksi Ahli Kasus Ahok Ini Juga Dicopot dari PB NU


mediapribumi.com - KIPRAH Ahmad Ishomuddin di kepengurusan Nahdlatul Ulama sepertinya bakal berakhir. Dia diinformasikan dicopot dari kepengurusan organisasi Islam terbesar di tanah air tersebut.

Informasi ini disampaikan Wakil Rois Aam Pengurus Harian Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PB NU) Miftahul Akhyar. Dia menegaskan, pencopotan itu lantaran sikap bertolak belakang yang ditunjukkan Ishom dalam menanggapi dugaan penistaan agama yang dilakulan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok terkait surah Al Maidah ayat 51.

”Secara resmi jelas dicopot, justru sebetulnya dia sendirilah yang mencopot dirinya dari jabatan kehormatan ini. Saya rasa dia sudah tidak layak di PBNU,” ujarnya kepada Radar Lampung, kemarin (26/3/2017).

Dia menjelaskan, pernyataan Ishom yang menyebut Majelis Ulama Indonesia (MUI) tergesa-gesa dalam menyikapi ucapan Ahok terkait surah Al Maidah ayat 51 telah menyakitkan hati MUI dan PBNU. Apalagi meminta MUI untuk bertabayun kepada Ahok terlebih dahulu.

”Kok tega-teganya! Lihat kata-katanya sudah bisa ditebak kalau Ishomuddin itu kita nilai liberal. Tidak perlu kami disuruh memeriksa niatnya, sebab sudah jelas. Pelanggarannya termasuk katagori berat. Adapun pembicaraan sanksinya sudah ada, tinggal kapan secara resmi kami sampaikan,” tegasnya.

Miftahul Akhyar menjelaskan, dalam surah Al Hujur√Ęt ayat 6, tabayun tidak boleh kepada orang kafir. Lantaran orang kafir dalam kitab-kitab terutama fikih tidak bisa diterima riwayat dan persaksianya.

”Tabayyun cukup kepada mereka umat Islam yang tahu dan mendengar ucapan tersebut, apalagi ada film You Tube yang diproduksi oleh Pemprov DKI yang orsinil dan dijamin keaslianya dan sudah viral. Artinya sudah mencukupi sebagai fakta hukum untuk diproses,” terangnya.

Dia melanjutkan, dalam menyikapi perbedaan pendapat di tubuh atau satu lembaga adalah biasa. Tetapi, kasus Ishomuddin tidak setuju denga MUI dan PBNU bisa dibicarakan secara internal, sehingga hasilnya saling menghormati. Namun, kasus Ishom ini lain.

”Dia merusak mekanisme dan kewibawaan PBNU. Dimana sifat tawadu yang menjadi ciri khas utama NU. Saya telah mendapat perintah mewakili PBNU dan saya koordinasikan dengan Syuriyah dan Tanfidziyah rencana dan isi persaksian saya dengan tegas bahwa Ahok telah menistakan agama. Sedang Ishomuddin tidak pernah menyampaikan pendapat ketidak setujuan tersebut,” ungkapnya.

Dia melanjutkan, dalam penetapan persaksian sudah ada mekanisme Jam’iyah yang harus ditaati semua pengurus. Tapi Ishomuddin telah merusaknya. Apalagi ini lembaga Syuriyah yang pada periode ini telah berhasil memperjuangkan sifat kepemimpinan Ahlul Halli wal Aqdi di NU.

”Saya dan K.H. Ma’ruf Amin sangat tahu kalau kata Aliya adalah kata musytarok (punya berbagai arti), antara lain pemimpin, teman dekat, penolong, pelindung. Saya dan K.H. Ma’ruf Amin memilih arti pemimpin itu justru pilihan paling rendah. Kalau kami memilih arti teman dekat maka artinya Al Maidah 51 adalah: mengambil/membuat teman dekat Saja tidak boleh, apalagi pemimpin. Lihat tafsir Al Qurtubi, tafsir Ibnu Katsir bahkan di tafsir kabirnya Iman ar Rozi menerangkan demikan,” terang Miftah.

Lantaran kata pemimpin meliputi semuanya. Adapun pemimpin menurut NU adalah pemimpin dunia dan akhirat. Meskipun negara dan undang-undang memberi hak konstitusi pada semua rakyat untuk dipilih dan memilih sebagaimana memberi hak kepada umat Islam untuk memilih pemimpin se-iman. Sebab itu kewajiban bagi muslim.

”Jelas pernyataan berbalik 80 derajat Ishomuddin telah melukai hati para ulama dan kyai baik di MUI maupun PBNU,” pungkasnya.

Ishom Mengaku Difitnah

Tudingan demi tudingan buntut keputusan Ishomuddin, dosen Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Raden Intan Lampung, menjadi saksi di sidang kasus penistaan agama dengan terdakwa Ahok terus bermunculan.

Setidaknya ada dua isu besar berkembang terkait keuntungan yang didapat Ishom –sapaan Ahmad Ishomuddin– belakangan. Pertama, Ishom dikabarkan menerima imbalan Rp500 juta ’’hadiah” dari keberaniannya memberi kesaksian untuk meringankan terdakwa.

’’Kata siapa saya menerima uang? Saya berani katakan itu fitnah. Itu tidak benar,” sanggahnya. ’’Kalau saya menerima uang sebesar itu saya sudah tidak tinggal di kontrakan seperti ini,” sambungnya.

Kabar lainnya, Ishom dikatakan telah menerima cenderamata berupa jam tangan senilai Rp35 juta. ”Kabar itu juga tidak benar. Jam tangan yang saya pakai hanya sekitar Rp1,5 juta. Toh, banyak juga teman yang pakai jam harganya lebih dari Rp35 juta,” ucap dia.

Tak ayal, dirinya mengaku sangat menyayangkan kabar-kabar tersebut. ’’Harusnya kalau hendak bertutur kata itu yang ada manfaatnya serta mendatangkan pahala. Bukan justru berkata yang tidak santun. Jagalah ahlak, terlebih di media sosial,” pintanya.

Di sisi lain, dia juga sempat menjawab terkait rencana Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang hendak merapatkan nasibnya dipengurusan lembaga tersebut hari ini. Lagi-lagi dirinya mengaku cukup menyanyangkan hal itu lantaran MUI tidak melakukan konfirmasi ke dirinya sebelum menggelar rapat tersebut. ’’Tapi walau begitu, saya siap menerima keputusannya nanti,” katanya. [psi]







COMMENTS

Nama

bencana,4,bisnis,65,daerah,260,daerahjakarta,1474,daerahpadang,52,ekonomi,579,hiburan,41,hukum,1865,inspirasi,20,internasional,285,islam,582,kesehatan,11,kriminal,128,militer,18,olahraga,30,opini,16,pahlawan,5,pendidikan,24,peristiwa,860,politik,1439,selebriti,66,sosial,135,teknologi,5,tips,3,tokoh,12,video,192,
ltr
item
Media Pribumi: Tidak Hanya Dipecat MUI, Saksi Ahli Kasus Ahok Ini Juga Dicopot dari PB NU
Tidak Hanya Dipecat MUI, Saksi Ahli Kasus Ahok Ini Juga Dicopot dari PB NU
KIPRAH Ahmad Ishomuddin di kepengurusan Nahdlatul Ulama sepertinya bakal berakhir. Dia diinformasikan dicopot dari kepengurusan organisasi Islam terbesar di tanah air tersebut.
https://1.bp.blogspot.com/-uTlcLIZc-Yw/WNjZgOhJLFI/AAAAAAAA-sk/k3icqvNpCJUBbRFh0M6X7JN68svyi4KNgCLcB/s640/Ahmad%2BIshomuddin.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-uTlcLIZc-Yw/WNjZgOhJLFI/AAAAAAAA-sk/k3icqvNpCJUBbRFh0M6X7JN68svyi4KNgCLcB/s72-c/Ahmad%2BIshomuddin.jpg
Media Pribumi
http://www.mediapribumi.com/2017/03/tidak-hanya-dipecat-mui-saksi-ahli.html
http://www.mediapribumi.com/
http://www.mediapribumi.com/
http://www.mediapribumi.com/2017/03/tidak-hanya-dipecat-mui-saksi-ahli.html
true
38148814961745276
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Baca Lebih Lanjut Reply Cancel reply Hapus Oleh Home PAGES Berita View All Berita Terkait LABEL Kumpulan Berita SEARCH Seluruh Berita Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy